Artikel Bebas

Wahyu Kedua : Perintah untuk ‘Bangun’ dan Memberi Peringatan

Rasulullah bersabda, “Aku berdiam di gua Hira selama satu bulan, setelah satu bulan aku turun dari gua itu. Ketika sampai di sebuah lembah, tiba-tiba ada yang memanggilku. Lalu aku melihat ke samping kanan dan kiriku, tetapi aku tidak menemukan siapa pun. Demikian juga di depan dan di belakangku tidak ada siapa pun. Tiba-tiba aku melihat sosok malaikat yang datang kepadaku di gua Hira, dia duduk pada kursi di antara langit dan bumi. Aku mendekatinya dengan ketakutan, tetapi aku malah terjembab. Aku pun bergegas menuju rumah Khadijah dan berkata padanya, “Selimuti aku, Selimuti aku!” Kemudian malaikat itu turun seraya berkata kepadaku,

“Hai orang yang berkemul (berselimut), Bangtumblr mjwnq8BIRm1qapk2qo1 500 Wahyu Kedua : Perintah untuk Bangun dan Memberi Peringatanunlah, lalu berikanlah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah, Dan perbuatan dosa tinggalkanlah. Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.” (Q.S. Al Muddatstsir: 1-6)”

***

Bangunlah, lalu berikanlah peringatan!

Melalui ayat ini, Rasulullah diperintahkan dengan penetapan dan peringatan. Perintah untuk memberi peringatan kepada umat manusia dengan azab Allah agar menghentikan kedurhakaan, kesesatan dan kemusyrikan mereka. Serta penetapan agar Rasulullah melaksanakan dan mengikuti perintah Allah, sehingga beliau dapat mencapai ridha Allah dan menjadi suri teladan yang baik. Ayat berikutnya,

 

Dan Tuhanmu agungkanlah!

Maknanya adalah mengagungkan Allah dan tidak menyekutukanNya dengan apa- pun.

Dan pakaianmu bersihkanlah,

Ayat ini memerintahkan untuk membersihkan pakaian serta jasmani, sebab orang yang akan mengagungkan Allah harus suci diri, suci badan dan suci pakaian. Sedangkan makna tersiratnya adalah membersihkan hati dari sifat syirik, bersih amal dan budi pekerti yang murni.

Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.

Ayat ini maknanya adalah menjauhi segala hal yang menyebabkan murka Allah dan siksaanNya.

Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

Makna ayat ini adalah jangan berbuat baik demi mendapatkan balasan, pujian manusia atau mendapat keutamaan dalam urusan dunia. Ayat ini  merupakan tanbih atau peringatan berkaitan dengan apa yang terjadi pada kaum Rasulullah. Kaum yang akan menyakiti Rasulullah saat beliau menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah. Oleh karena itu, selanjutnya Allah berfirman,

“Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.”

***

Keseluruhan ayat pada wahyu kedua ini menjelaskan bahwa ini merupakan seruan yang tegas, agar Rasulullah segera menghadapkan diri kepada perintah Allah Yang Maha Agung. Dan segera bangkit dari tidur dan selimut serta bersiap siaga menghadapi jihad dan perjuangan yang membutuhkan pengorbanan. Wahyu tersebut seolah berkata, “Bangunlah! Urusan besar sedang menunggumu wahai Muhammad. Beban yang sangar berat tengah menantimu. Bangunlah, tidak ada lagi waktu tidur dan istirahat. Sejak saat ini telah dimulai bulan-bulan yang penuh dengan perjuangan serta jihad yang panjang dan melelahkan. Bangunlah dan bersiap siagalah!”

Kalimat itu seolah menggema di telinga Rasulullah. Maka sejak saat itu, Rasulullah berdiri tegak menjalankan risalah. Selama 20 tahun beliau tidak lagi berdiam diri. Beliau tidak sempat lagi beristirahat, tidak lagi berpikir untuk keluarganya apalagi untuk dirinya sendiri. Dia berdiri tegak memangku risalah dakwah. Di pundaknya ada beban kenabian yang harus ditunaikan. Amanah besar di muka bumi ini, beban kemanusiaan, beban akidah, beban perjuangan serta jihad di medan yang tak berkeputusan.

Selama 20 tahun beliau bergumul dengan pergolakan yang terus menerus. Sejak seruan itu (baca: turunnya wahyu kedua), beliau tidak dapat memalingkan perhatiannya kecuali urusan besar ini. Gambaran ini tidaklah dapat mewakili apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah dalam perjuangannya. Semoga Allah memberikan ganjaran kepada beliau shalallahu ‘alaihi wasalam.

Sumber: Shahih Sirah Nabawiyah – Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury

This Post Has 0 Comments

Leave A Reply