Serba-Serbi Thaharah: Kenali Najis di Sekitar Kita

You may also like...

3 Responses

  1. Rifko Rahmat says:

    Assalaamualaikum Admin,
    mau memberikan sedikit tambahan, utk madzi setau saya ada perbedaan pndapat ulama’
    tentang arti lafazh hadits yang menjadi dasar cara mensucikannya. ada yang berpendapat bahwa harus dicuci dan ada yg berpendapat bhw cukup dipercikkan
    mungkin bisa dicek lagi tentang ini ya

    satu lagi, contoh najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyah ini seperti apa?

    • Redaksi says:

      Waalaikumsalam… makasih sarannya.. :) insya Allah studi literatur lagi, semoga dapat penjelasan.

      najis hukmiyah itu kan yang udah gak ada bau, warna, dan rasa. contohnya kayak air seni yang kena baju, terus udah kering dan gak ketahuan lagi. kalau najis ‘ainiyah itu contohnya darah, kotoran hewan, dll
      wallaahu a’lam

  2. Deni Irwansyah says:

    Assalamualaikum warohmatullah hiwabarokatuh,,,,
    tanya donk.. saya ini karyawan swasta di prusahaan yang nota bennya banyak non muslim,dapa saat makan siang di kantor kami sering makan bareng( bersama) tp terkadang yg non muslim makan2 makanan yg harap menurut islam,dan pada saat makan ada yg tidak memakai sendok alias pakai tangan langsung.pertanyaanya adalah ketika mereka mau cuci tangan mereka memegang kranan air,keranan tersebut tempat kita mengambil wuduk untuk solat,apakah kita yg muslim terkena najis atau bagai mana? terima kasih mohon solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>