Newsletter subscribe

Fiqih

Serba-Serbi Thaharah: Kenali Najis di Sekitar Kita

tetes air
Posted: January 8, 2013 at 7:54 am   /   by   /   comments (3)

thaharah bersuci 38570 200x200 Serba Serbi Thaharah: Kenali Najis di Sekitar Kita Pada ulasan sebelumnya, telah kita bahas mengenai jenis dan sifat-sifat air. Ada pembahasan yang belum dicantumkan pada ulasan sebelumnya mengenai jenis-jenis air, yaitu air sisa minum yang masih dalam bejana. Air ini sifatnya suci, kecuali air bekas minum anjing dan babi. Air bekas minum anjing dan babi hukumnya najis dan tidak dapat digunakan untuk bersuci.

Berbicara mengenai najis, kata najis berasal dari kata An Najaasah yang artinya kotoran. Sedangkan menurut istilah, najis adalah sesuatu yang kotor yang diperhntahkan oleh syariah untuk suci darinya dan menghilangkannya dari baju dan badan dan dari segala sesuatu yang disyaratkan sucinya saat memakai. Seperti sucinya baju dan badan pada saat melaksanakan shalat dan tawaf umarah dan haji. Menurut ilmu fiqih, benda-benda yang tergolong najis di antaranya:

  1. Bangkai
    Bangkai merupakan makhluk hidup (dalam hal ini hewan dan manusia) yang mati tanpa sempat disembelih menurut syariat Islam. Termasuk dalam kategori bangkai selain yang telah didefinisikan sebelumnya yaitu bagian tubuh yang dipotong dari hewan hidup, sesuai hadits Abu Waqid al-Laitsi yang artinya “telah bersabda Rasulullah saw: ‘apa yang dipotong dari binatang ternak, sedang ia masih hidup, adalah bangkai’”(HR Abu Dawud dan Turmudzi dan diakuinya sebagai hadits hasan. Katanya, “bagi ahli ilmu, ketentuan ini dituruti”).
    Ada beberapa bangkai yang tidak termasuk bangkai yang bersifat najis, di antaranya adalah bangkai belalang, bangkai hewan-hewan yang tidak memiliki darah mengalir seperti semut, belalang, dan lain-lain, dan bagian tertentu dari bangkai seperti tulang, kulit, kuku, rambut, tanduk dan bagian lain yang sejenis.
  2. Darah
    Semua jenis darah merupakan najis, baik darah yang mengalir maupun tertumpah. Namun, hukumnya menjadi ‘dimaafkan’ apabila darahnya hanya sedikit, seperti darah nyamuk atau darah dari luka kecil.
  3. Daging Babi
  4. Muntah, Air seni dan Kotoran Manusia
    Untuk muntah, bila muntahnya sedikit maka hukumnya menjadi dimaafkan.
  5. Wadi
    Wadi merupakan cairan kental berwarna putih yang keluar mengiringi air seni saat buang air kecil. Hukumnya najis tanpa pertikaian.
  6. Madzi
    Madzi merupakan cairan putih kental yang keluar dari kemaluan sewaktu mengingat senggama atau ketika sedang bercanda. Kadangkala keluarnya tidak terasa, terdapat pada pria dan wanita hanya dibanding pria wanita lebih sering mengalaminya. Hukumnya najis menurut kesepakatan ulama, hanya bila benimpa badan wajib dicuci, bila menimpa pakaian cukuplah dipercikkan dengan air. Hal ini dikarenakan najis ini sulit dihindari sebab sering menimpa pakaian pemuda-pemuda sehat, hingga lebih layak mendapat keringanan dari air seni bayi.
  7. Mani
    Sebagian ulama menganggap mani itu najis. Pendapat yang kuat adalah mani itu xuci, tetapi disunnahkan untuk mencucinya bila ia basah dan mengoreknya bila ia kering.
  8. Air Seni dan Kotoran Binatang yang Tidak Dimakan Dagingnya
  9. Binatang Jallalah
    Binatang jallalah merupakan binatang-binatang yang memakan kotoran/bangkai, sampai baunya atau rasa daging hewan tersebut berubah seperti makanannya.
  10. Anjing
  11. Khamr/Arak
    Terdapat perbedaan pendapat tentang khamr ini. Menurut jumhur ulama, khamr itu najis berdasarkan firman Allah surat al Maidah ayat 90. Namun, sebagian berpendapat bahwa arak itu suci karena berasal dari barang yang suci dan najis yang dimaksudkan adalah najis maknawi.

Berdasarkan cara menyucikannya, najis digolongkan menjadi tiga kelompok, diantaranaya:

  1. NAJIS MUKHOFFAFAH (RINGAN)
    Najis mukhaffafah adalah najis ringan yang cara menghilangkannya cukup dengan menyiramkan air pada najis tersebut. Najis mukhaffafah terdapat pada kencingnya anak kecil laki-laki yang belum berusia 2 tahun dan tidak makan apa-apa kecuali ASI (air susu ibu).
  2. NAJIS MUTAWASSITAH (SEDANG)
    Najis mughalladzah adalah najis yang umum seperti darah, bangkai, koroan manusia atau hewan, muntah, kencing, dll yang cara mensucikannya adalah dengan membersihkannya sampai hilang bau, warna, dan rasanya.
  3. NAJIS MUGHOLLADZAH (BERAT)
    Najis mughalladzah adalah najis kaliber berat yaitu najis anjing dan babi. Yang cara mensucikannya adalah dengan menyiramkan air sebanyak 7 (tujuh) kali salah satunya dicampur dengan debu atau tanah.

Sementara berdasarkan jenisnya, najis digolongkan menjadi dua kelompok, diantaranya:

  1. NAJIS HUKMIYAH
    Najis hukmiyah adalah najis yang tidak kelihatan warna, bau dan rasanya.
  2. NAJIS AINIYAH
    Najis ainiyah adalah najis yang kelihatan warna, bau dan rasanya.

Wallahu a’lam bish shawaab…

Comments (3)

write a comment

Name E-mail Website Comment

comments ( 3 )

  • January 8, 2013 at 9:00 am Rifko Rahmat

    Assalaamualaikum Admin,
    mau memberikan sedikit tambahan, utk madzi setau saya ada perbedaan pndapat ulama’
    tentang arti lafazh hadits yang menjadi dasar cara mensucikannya. ada yang berpendapat bahwa harus dicuci dan ada yg berpendapat bhw cukup dipercikkan
    mungkin bisa dicek lagi tentang ini ya

    satu lagi, contoh najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyah ini seperti apa?

    Reply
    • January 8, 2013 at 3:00 pm Redaksi

      Waalaikumsalam… makasih sarannya.. :) insya Allah studi literatur lagi, semoga dapat penjelasan.

      najis hukmiyah itu kan yang udah gak ada bau, warna, dan rasa. contohnya kayak air seni yang kena baju, terus udah kering dan gak ketahuan lagi. kalau najis ‘ainiyah itu contohnya darah, kotoran hewan, dll
      wallaahu a’lam

      Reply
  • July 9, 2013 at 6:35 am Deni Irwansyah

    Assalamualaikum warohmatullah hiwabarokatuh,,,,
    tanya donk.. saya ini karyawan swasta di prusahaan yang nota bennya banyak non muslim,dapa saat makan siang di kantor kami sering makan bareng( bersama) tp terkadang yg non muslim makan2 makanan yg harap menurut islam,dan pada saat makan ada yg tidak memakai sendok alias pakai tangan langsung.pertanyaanya adalah ketika mereka mau cuci tangan mereka memegang kranan air,keranan tersebut tempat kita mengambil wuduk untuk solat,apakah kita yg muslim terkena najis atau bagai mana? terima kasih mohon solusinya.

    Reply