Newsletter subscribe

Aqidah

Ma’rifatu Ar-Rasul I (Sifat fisik Rasulullah)

muhammad-kaligrafi
Posted: October 14, 2012 at 1:53 pm   /   by   /   comments (0)

Sesungguhnya penciptaan manusia di dunia ini memiliki dua tujuan yaitu untuk menyembah hanya kepada Allah selaku penciptanya dan Pencipta seluruh alam serta untuk menjadi khalifah di muka bumi dan memakmurkannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-dzariyat: 56)

Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah  berfirman:

“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Al-Baqarah: 30)

Manusia tidak akan mau dan tidak akan bisa beribadah kepada Allah dan menjalankan fungsinya sebagai khalifah di bumi sebagaimana Dia kehendaki tanpa manusia tersebut mengenal Rabbnya dan mengetahui apa-apa yang diperintahkan-Nya. Dan pengenalan akan Allah serta akan tugas-tugas manusia ini tidaklah akan terwujud kecuali dengan mengenal Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam sebagai manusia yang mendapatkan tugas untuk mengenalkan hal-hal tersebut. Hikmah Allah untuk tidak berhubungan langsung dengan manusia dalam menyampaikan perintah-Nya. Hikmah-Nya menghendaki untuk mengutus seorang utusan dari kalangan manusia untuk menjalankan hal ini, sebagai wakil-Nya di muka bumi. Oleh karena itu, dalam artikel-artikel yang kami jadikan beberapa seri, kami akan membahas tentang sifat fisik Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, sifat-sifat asasi beliau, dan hal-hal lain sebagai sarana mengenal beliau dan bukti bahwa beliau adalah benar-benar seorang Rasul utusan Allah.

Sifat Fisik Rasulullah

Tugas Rasulullah yang begitu berat menuntut kesempurnaan pengembannya dalam segala aspek tak terkecuali dalam aspek fisik. Begitu sempurnanya fisik Rasulullah sehingga orang-orang yang memandang beliau akan segera menyadari bahwa dirinya sedang berada di hadapan keindahan yang mengagumkan dan tidak ada duanya. Penampilan beliau mencerminkan kepercayaan yang mutlak dan tak berbatas. Berikut ini adalah pendapat-pendapat yang disepakati oleh orang-orang yang pernah bertemu dan melihat langsung fisik Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam:

Ad-Darimi dan Al-Baihaqi mentakhrij dari Jabir bin Samurah berkata,

“Aku melihat wajah Rasulullah pada malam bulan purnama, dan ketika aku bandingkan antara wajah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallamdan indahnya bulan, aku dapati wajah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam lebih indah dibandingkan rembulan.

At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata,

“Rasulullah mempunyai pundak yang lebar, rambutnya mencapai ujung telinga, dan tidak pernah ada orang yang lebih indah dipandah disbandingkan beliau.”

Muslim meriwayatkan dari Abu Thufail bahwa ia pernah diminta menceritakan tentang Rasulullah kepada kami, kemudian ia menjawab,

“Beliau memiliki wajah yang putih berseri.”

Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata,

“Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam memiliki dua kaki yang kokoh dan tegap, dan wajah yang indah, yang belum pernah kutemukan wajah seindah itu sebelum maupun sesudahnya.”

Ahmad dan Baihaqi meriwayatkan bahwa Makhrasy Ka’bi berkata,

“Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam mengambil umrah dari Ji’ranah, pada malam hari. Dan ketika aku melihat bagian belakang tubuh beliau, aku seperti melihat perak yang menyala.”

Rasululllah tidak hanya memiliki fisik yang sempurna dan begitu indah untuk dipandang, akan tetapi sentuhan beliau menyebabkan seseorang merasakan ketenangan yang mengagumkan, dan perasaan ketinggian ruhani yang menakjubkan. Ahmad meriwayatkan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash berkata,

“Suatu ketika aku jatuh sakit di Mekah. Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjenguk, meletakkan tangan beliau di kening, mengusap wajah, dada, serta perutku. Hingga saat ini, aku masih merasakan sentuhan beliau di jantung.”

 Muslim meriwayatkan bahwa Jabir bin Samurah berkata,

“Suatu ketika Rasulullah mengusap wajahku dengan tangannya. Aku dapati tangan beliau demikian sejuk dan berbau wangi. Seakan-akan tangan tersebut baru dikeluarkan dari  kantong kesturi.”

Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Anas r.a. berkata,

“Aku belum pernah menemui sutra maupun beludru yang lebih lembut daripada tangan Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. dan belum pernah mencium bau misik atau minyak anbar yang lebih harum dari Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam.”

Begitu sempurnanya tampilan beliau sehingga orang yang berdiri dihadapan beliau akan tersugesti bahwa dia sedang berdiri di hadapan seorang nabi. At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Abdullah bin Salam berkata,

“Ketika Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam datang ke Madinah, aku menemui beliau. Ketika aku melihat wajah beliau, aku segera mengetahui wajah beliau bukan wajah seorang pendusta.”

Abu Ramtsah Tamimi berkata,

“Aku mendatangi Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersama anakku. Ketika aku melihat beliau, hatiku langsung berkata ‘Orang ini pastilah Nabi Allah.’”

Abdullah bin Rawahah berkata tentang Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam,

“Seandainya tidak ada aya-ayat penjelas pun, yang menerangkan beliau sebagai rasul, niscaya penampilan dan tubuh beliau sudah cukup menjadi keterangan itu.”

Demikianlah riwayat-riwayat yang menunjukkan keagungan dan keindahan penampilan beliau. Hal ini perlu untuk diceritakan agar kita semakin mengenal beliau dan semakin bertambahlah kepercayaan kita terhadap ajaran yang beliau bawa. Pada artikel berikutnya insyaa-Allah akan kami bahas tentang kesempurnaan sifat beliau yang semakin memperkuat bukti-bukti bahwa beliau memang adalah seorang rasul utusan Allah untuk menjadi pemberi peringatan, saksi, dan pembawa kabar gembira bagi umat manusia.

Wallaahu A’lam bis Shawwab

Sumber: “Ar-Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam” karangan Said Hawwa

Comments (0)

write a comment

Name E-mail Website Comment

comments ( 0 )