Newsletter subscribe

Fiqih, Fiqih Kontemporer

Kupas Tuntas Thaharah: Definisi dan Urgensi

Thaharah
Posted: October 14, 2012 at 4:36 pm   /   by   /   comments (0)

Kebersihan mutlak menjad Kupas Tuntas Thaharah: Definisi dan Urgensii kebutuhan setiap manusia. Kebersihan badan misalnya. Dengan tubuh yang bersih,  beraktifitas terasa nyaman, tak terganggu dengan kotor atau bau yang ada di tubuh atua pakaian. Orang-orang di sekitarnya pun tidak akan terganggu karena hal-hal tersebut. Ditambah, menjaga kebersihan tubuh sama saja dengan menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan, karena banyak penyakit yang muncul karena kurangnya kepedulian untuk membersihkan diri, seperti penyakit kulit dan penyakit pada saluran pencernaan. Saat menemui seseorang, penampilan yang bersih akan menambah nilai positif dari orang yang ditemui tersebut, karena secara alamiah setiap orang menyukai penampilan yang bersih.

Nah, bila untuk menemui sesama manusia saja diperlukan kondisi yang bersih, maka pantaskah bila menemui Allah dalam keadaan tidak bersih, tidak suci, dan penuh kotoran dan najis? Tentu tidak, bukan? Oleh karenanya, dibuatlah serangkaian tatacara dalam menyucikan diri, yang dinamakan Thaharah.

Thaharah secara bahasa artinya suci, bersih. Sedangkan secara istilah, thaharah artinya menghilangkan hal-hal yang daat menghalangi sahnya ibadah (seperti shalat dan thawaf) berupa hadats dan najis dengan menggunakan air atau selain itu, atau mengangkat hukum najis itu dengan tanah. Hukum dari thahatah sendiri merupakan Fardhu ‘ain, sesuai dengan Firman Allah yang artinya:

dan pakaianmu bersihkanlah. (Al-Mudatstsir : 4)

… bersihkanlah rumah_ku untuk orang thawaf, shalat, ruku’, dan sujud. (Al-Baqarah : 125)

Lantas, mengapa harus ber-Thaharah? Thaharah diperintahkan bukan tanpa alasan. Ia merupakan syarat sah dari ibadah, seperti shalat, thawaf, dll. Beberapa ibadah juga mensyaratkan pelakunya untuk suci dari hadats, seperti puasa, i’tikaf, dll, dan thaharah merupakan solusi agar ibadah kita sah.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Allah sangat mencintai kebersihan dan memuji orang-orang yang bersuci. Ia berfirman:

Sesungguhnya Allah menukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan dirinya (Al-Baqarah: 222)

Dan hal berikutnya yang menyebabkan thaharah menjadi penting adalah seseorang bisa mendapatkan siksa kubur ketika ia lalai dalam melaksanakan thaharah. Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang diadzab, dan tidaklah mereka berdua diadzab karena suatu perkara yang besar (sulit untuk dikerjakan). Adapun orang ini, ia tidak membersihkan diri dari air seninya…

Wallahu A’lam bish Shawab

Comments (0)

write a comment

Name E-mail Website Comment

comments ( 0 )